AC Milan, Kapal yang Bocor di Tengah Badai Serie A
Olahraga – AC Milan kembali menelan kekalahan di Serie A 2024/2025 setelah takluk 1-2 dari Napoli pada laga pekan ke-30 di Stadio Diego Armando Maradona, Senin (31/03/2025) dini hari WIB. Kekalahan ini semakin memperburuk situasi Rossoneri yang terus mengalami inkonsistensi di bawah arahan Sergio Conceicao.
Napoli unggul cepat melalui gol Matteo Politano dan Romelu Lukaku di babak pertama. Milan hanya mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Luka Jovic di penghujung laga. Kekalahan ini menambah catatan buruk Milan, terutama dalam hal pertahanan yang kembali tampil kurang solid.
Pertahanan Rapuh AC Milan, Mimpi Eropa Makin Sulit
Milan kembali mengalami start buruk, kebobolan dua gol dalam 20 menit pertama. Ini bukan pertama kalinya Rossoneri tertinggal cepat di bawah kepemimpinan Conceicao. Statistik menunjukkan bahwa Milan kerap kesulitan saat menghadapi tekanan di awal laga.
Dengan hasil ini, peluang Milan untuk finis di empat besar semakin menipis. Mereka kini terpaut sembilan poin dari posisi Liga Champions. Satu-satunya harapan untuk tampil di kompetisi Eropa musim depan kini bertumpu pada Coppa Italia. Namun, tantangan berat menanti di semifinal melawan rival sekota, Inter Milan.
Masalah di lini pertahanan menjadi sorotan utama. Milan sudah kebobolan dalam tujuh pertandingan berturut-turut di semua kompetisi. Rotasi bek tengah yang terus dilakukan Conceicao tampaknya belum membuahkan hasil maksimal. Kesalahan individu dari Theo Hernandez hingga Strahinja Pavlovic semakin memperburuk keadaan, sementara Fikayo Tomori lebih sering berada di bangku cadangan.

Start Buruk Jadi Momok, Mentalitas Dipertanyakan
Kekalahan dari Napoli memperlihatkan kembali kelemahan utama Milan: kesulitan memulai pertandingan dengan baik. Di bawah Conceicao, Milan sudah tertinggal lebih dulu dalam 12 pertandingan musim ini.
Tim yang ingin bersaing di papan atas seharusnya tidak boleh terlalu sering berada dalam posisi tertinggal. Start lambat seperti ini menjadi beban besar, terutama bagi pemain-pemain seperti Mike Maignan dan Rafael Leao yang mengandalkan permainan menyerang.
Harapan tampil di Eropa kini bergantung pada Coppa Italia. Jika Milan berhasil menjuarai turnamen ini, mereka bisa mengamankan tiket ke Liga Europa. Namun, tanpa Liga Champions, Milan akan kehilangan potensi pendapatan besar dari UEFA.
Rekor Buruk Lawan Tim Papan Atas, Asa Coppa Italia Mengecil
Performa Milan melawan tim-tim papan atas Serie A musim ini sangat mengkhawatirkan. Dari 12 laga melawan tim yang berada di atas mereka di klasemen, Milan hanya meraih satu kemenangan (melawan Inter di awal musim) dan lima hasil imbang.
Dari total 36 poin yang tersedia, Milan hanya mampu mengoleksi tujuh. Selain itu, dalam 12 laga tersebut, hanya satu kali pertahanan Milan berhasil mencatatkan clean sheet, yakni saat bermain imbang 0-0 melawan Juventus.
Statistik ini menjadi alarm keras bagi Conceicao dan manajemen Milan. Evaluasi mendalam harus segera dilakukan jika mereka ingin menyelamatkan musim ini dan tetap bersaing di kompetisi Eropa musim depan.
Sumber: Sempre Milan
