Inter Milan Gagal Tampil Tajam di Derby Milan
Olahraga – Inter Milan hanya mampu bermain imbang 1-1 saat menghadapi AC Milan di leg pertama semifinal Coppa Italia 2024/2025, Kamis (3/4/2025). Meskipun tertinggal lebih dulu lewat gol Tammy Abraham di menit ke-47, Nerazzurri berhasil menyamakan kedudukan melalui gol Hakan Calhanoglu di menit ke-67. Hasil ini membuat peluang Inter untuk melaju ke final masih terbuka, tetapi mereka harus meningkatkan performa, terutama di lini serang.
Pertahanan Cukup Solid, tapi Masih Ada Celah
Kiper Josep Martinez tampil cukup baik dengan beberapa penyelamatan penting. Namun, ia tidak mampu mencegah gol Abraham yang lahir dari kelengahan lini belakang Inter. Yann Bisseck, yang bermain di posisi bek tengah, terlihat kewalahan dalam menghadapi pergerakan lawan dan gagal mengantisipasi umpan yang berujung pada gol Milan.
Sementara itu, duet Stefan de Vrij dan Alessandro Bastoni tampil lebih stabil. De Vrij menjaga lini pertahanan dengan disiplin, sedangkan Bastoni bahkan hampir mencetak gol lewat sundulannya. Namun, secara keseluruhan, lini belakang Inter masih perlu lebih waspada menghadapi serangan cepat lawan.

Peran Calhanoglu dan Inkonsistensi Barella
Hakan Calhanoglu menjadi penyelamat Inter Milan dalam laga ini. Gelandang asal Turki itu tampil dominan di lini tengah dan mencetak gol penyama kedudukan dengan tendangan spektakuler dari luar kotak penalti. Kreativitasnya menjadi motor serangan Inter dalam laga ini.
Sebaliknya, Nicolo Barella tampil kurang konsisten. Ia memang berperan dalam membangun serangan, tetapi beberapa kali kehilangan bola di momen penting. Jika ingin tampil lebih dominan di leg kedua, Barella harus meningkatkan ketepatan umpannya dan lebih fokus dalam permainan.
Lini Serang yang Kurang Efektif
Joaquin Correa, yang dimainkan sebagai starter menggantikan Lautaro Martinez, gagal memberikan dampak besar. Meski sempat mencatatkan assist untuk gol Calhanoglu, Correa kurang tajam dalam menembus pertahanan Milan. Ia harus lebih agresif dalam duel satu lawan satu dan meningkatkan akurasi tembakannya.
Marcus Thuram, yang baru kembali dari cedera, juga belum menunjukkan performa terbaiknya. Beberapa peluang yang didapatnya terbuang percuma. Keduanya harus lebih tajam jika ingin membantu Inter mencetak gol lebih banyak di leg kedua.
Peran Pemain Pengganti
Pelatih Simone Inzaghi mencoba mengubah jalannya pertandingan dengan memasukkan Henrikh Mkhitaryan, Nicola Zalewski, dan Benjamin Pavard. Kehadiran Mkhitaryan membawa dampak positif dengan peningkatan tempo serangan, sementara Zalewski nyaris mencetak gol kemenangan bagi Inter.
Di sisi lain, Pavard tampil solid dalam bertahan dan sukses meredam pergerakan Rafael Leao. Pergantian pemain ini menunjukkan bahwa Inter memiliki kedalaman skuad yang cukup baik, tetapi masih butuh peningkatan dalam hal efektivitas serangan.
Kesimpulan
Inter Milan masih memiliki peluang besar untuk melaju ke final Coppa Italia, tetapi mereka harus memperbaiki lini serang mereka. Tanpa ketajaman yang lebih baik, Inter bisa kesulitan menghadapi AC Milan di leg kedua. Inzaghi harus menemukan strategi yang tepat agar timnya bisa tampil lebih agresif dan memastikan kemenangan demi tiket ke final.
