TON Foundation: Golden Visa UAE Masih dalam Pengembangan, Bukan Program Resmi
TON Foundation menegaskan bahwa inisiatif Golden Visa di Uni Emirat Arab (UEA) yang mereka umumkan sebelumnya bukan program resmi pemerintah. Pernyataan ini muncul setelah muncul kebingungan di media sosial dan reaksi cepat dari otoritas UEA.
Dalam unggahan blog pada hari Senin, TON Foundation menyatakan bahwa mereka masih dalam tahap awal eksplorasi bersama mitra berlisensi untuk membuat skema Golden Visa di UEA.
“Perlu kami klarifikasi, belum ada program Golden Visa resmi yang diluncurkan bersama pemerintah UEA, dan tidak ada dukungan resmi yang diberikan kepada TON,” tulis pihak yayasan.
TON FoundationKlarifikasi Datang Setelah Respons Pemerintah UEA
Kurang dari 48 jam sebelumnya, TON menyatakan akan menawarkan visa 10 tahun di UEA bagi pengguna yang melakukan staking Toncoin. Pernyataan itu langsung dibantah oleh tiga lembaga resmi UEA, yaitu:
Otoritas Identitas dan Kepabeanan UEA
Otoritas Sekuritas dan Komoditas
Otoritas Regulasi Aset Virtual (VARA)
Mereka menyatakan tidak ada visa yang dikeluarkan untuk pemegang aset digital.
Retweet dari CEO Telegram Memperluas Sorotan
Kontroversi ini juga makin besar setelah CEO Telegram Pavel Durov me-retweet unggahan X (Twitter) yang membahas program visa TON. Retweet itu masih aktif saat berita ini ditulis.
Mantan CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao, turut meragukan keabsahan program ini sebelum klarifikasi resmi dari TON dipublikasikan.
Skema Visa TON Lebih Murah dari Jalur Resmi
TON sempat mengusulkan jalur visa melalui staking Toncoin senilai $100.000. Nilai ini jauh lebih rendah dibanding jalur resmi pemerintah UEA, yang biasanya membutuhkan investasi minimum $540.000 dalam bentuk aset tidak likuid seperti properti.
Namun hingga kini, belum jelas apakah TON akan menggandeng otoritas UEA untuk pengembangan resmi ke depannya.
Visa “Emas” Jadi Daya Tarik Investor Kripto
Beberapa negara telah membuka jalur residensi untuk investor besar, termasuk yang berbasis kripto:
Portugal memungkinkan investor asing dengan aset kripto lebih dari $500.000 untuk memperoleh izin tinggal melalui program Golden Residence Permit.
Amerika Serikat mengumumkan program “Gold Card” pada Februari 2025 di bawah pemerintahan Donald Trump. Jalur ini membuka izin tinggal bagi investor dengan modal lebih dari $5 juta. Per Juni 2025, sekitar 70.000 orang telah mendaftar.
Kesimpulan
Meski program Golden Visa dari TON Foundation menarik perhatian, belum ada pengakuan resmi dari pemerintah UEA. Publik diminta berhati-hati terhadap klaim yang belum diverifikasi dan menunggu kejelasan lebih lanjut dari otoritas terkait.
tribunwarta.id – Minum teh hijau atau mengonsumsinya dalam bentuk kapsul dapat membantu menurunkan kadar kolesterol, menurut sebuah penelitian yang diterbitkan dalam Journal…