Cango Tambang 650 Bitcoin di Juli, Perkuat Treasury Perusahaan
Cango Tambang 650 Bitcoin, Tiga bulan setelah meninggalkan bisnis pembiayaan otomotif, Cango, perusahaan asal Tiongkok, menunjukkan lonjakan besar dalam produksi Bitcoin. Pada bulan Juli 2025, Cango berhasil menambang 650,5 BTC, naik tajam dari 450 BTC di bulan Juni, menurut data dari Farside Investors.
Capaian ini memperlihatkan hasil dari strategi agresif perusahaan dalam beralih penuh ke penambangan Bitcoin. Mereka mulai melakukan transisi sejak awal tahun dan langsung mencetak 954,5 BTC dalam dua bulan pertama (April–Mei).
Kini, Cango memegang 4.529,7 BTC senilai sekitar $512 juta, menempatkan mereka di jajaran 20 besar perusahaan publik pemilik Bitcoin terbanyak di dunia. Posisi ini mendekati perusahaan besar seperti GameStop dan ProCap BTC.

Lonjakan Produksi Didukung Investasi Besar
Pertumbuhan produksi Cango tak lepas dari pembelian perangkat penambangan senilai $256 juta dari Bitmain, yang memberi perusahaan kapasitas hingga 32 EH/s (exahash per detik).
Pembelian ini merupakan bagian dari strategi investasi senilai $400 juta yang diumumkan pada November lalu. Di sinilah Cango resmi mengalihkan fokus dari pembiayaan kendaraan ke pertambangan aset digital.
Perusahaan juga mengaku memanfaatkan infrastruktur teknologi yang sudah ada dan pengalaman dalam pengelolaan aset digital untuk mempercepat transisi ini.
Cango Sorotkan Kembali China ke Dunia Kripto
Meski sempat mengalami penurunan harga saham dan performa tahunan negatif, saham Cango melonjak 158% selama 12 bulan terakhir. Kebangkitan ini dimulai sejak perusahaan mengumumkan pivot ke pertambangan kripto pada akhir 2024.
Sebelum beralih ke kripto, Cango dikenal sebagai platform pembiayaan otomotif di Tiongkok, yang juga melayani pinjaman konsumen dan ekspor kendaraan secara online. Perusahaan ini melantai di bursa pada tahun 2018.
Menariknya, Cango masih berkantor pusat di Tiongkok, negara yang melarang aktivitas penambangan Bitcoin sejak pertengahan 2021. Larangan tersebut mendorong banyak penambang pindah ke luar negeri seperti Kazakhstan dan Amerika Utara, menurut laporan Galaxy Research.
Namun, langkah Cango justru memicu perhatian kembali terhadap posisi China dalam industri kripto global, meskipun dalam konteks regulasi yang ketat.
