Bank Raksasa AS Bahas Stablecoin Bersama, Bisa Jadi Game-Changer?
Bank Raksasa AS — JPMorgan, Bank of America, Citigroup, dan Wells Fargo — dilaporkan tengah dalam pembicaraan awal untuk menerbitkan stablecoin secara bersama, menurut laporan dari Wall Street Journal pada 22 Mei.
Zelle & Clearing House Juga Terlibat
Proyek ini juga melibatkan Early Warning Services, induk dari jaringan pembayaran digital Zelle, serta The Clearing House, penyedia infrastruktur pembayaran nasional AS.
Meski rencana ini masih dalam tahap eksplorasi, para pelaku industri melihatnya sebagai langkah strategis menghadapi pertumbuhan stablecoin yang semakin cepat. Namun, kelanjutan proyek sangat bergantung pada regulasi dan permintaan pasar.
Tekanan Regulasi dan Politik
Langkah ini muncul bersamaan dengan pembahasan RUU GENIUS di Senat AS, yang bertujuan mengatur stablecoin dalam aspek kolateral dan anti pencucian uang (AML).
Trump diketahui terlibat dalam peluncuran USD1, stablecoin dari platform World Liberty Financial milik keluarganya.
Permintaan Stablecoin Melonjak
Total kapitalisasi pasar stablecoin kini mencapai $245 miliar, naik dari $205 miliar di awal tahun — peningkatan 20% dalam lima bulan. Stablecoin dengan imbal hasil (yield-bearing) kini menyumbang 4,5% dari pasar, dengan suplai beredar $11 miliar.
Meta dan Institusi Lain Mulai Bergerak
Tidak hanya bank, raksasa teknologi seperti Meta juga dilaporkan tengah mengeksplorasi integrasi stablecoin ke dalam ekosistemnya.
Jika stablecoin resmi diluncurkan oleh bank-bank besar ini, pasar bisa melihat kompetitor langsung bagi USDC dan USDT, dengan kemungkinan adopsi masif lewat jalur keuangan tradisional.
Kesimpulan:
Bank-bank top AS bersiap masuk ke arena stablecoin. Jika terwujud, aliansi ini bisa mengubah lanskap stablecoin global dan menjadi katalis penting adopsi kripto institusional.
