
Harga Ethereum menargetkan US$5.000 setelah data on-chain menunjukkan saldo ETH di bursa kripto turun ke titik terendah dalam sembilan tahun terakhir. Kondisi ini menandakan semakin sedikit pasokan Ethereum yang tersedia untuk dijual di exchange, sehingga tekanan jual berkurang dan potensi kenaikan harga semakin terbuka lebar.
Baca Juga : Akumulasi Whale XRP Jadi Sinyal Bullish?
Saldo Ethereum di Exchange Menyusut Drastis
Penurunan saldo ETH di exchange menunjukkan bahwa investor lebih memilih menyimpan aset mereka di wallet pribadi atau staking ketimbang menjualnya. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan jangka panjang terhadap Ethereum. Ketika pasokan di bursa menurun, permintaan yang stabil atau meningkat dapat mendorong harga lebih tinggi.
Target US$5.000 Makin Dekat
Dengan saldo exchange yang makin menipis, banyak analis memperkirakan harga Ethereum menargetkan US$5.000 dalam waktu dekat. Level ini bukan hanya angka psikologis penting, tetapi juga menjadi acuan bagi para trader untuk mengukur momentum bullish yang sedang terjadi. Jika level ini berhasil ditembus, potensi menuju rekor tertinggi baru akan semakin terbuka.
Faktor Fundamental yang Menguatkan Ethereum
Selain faktor penurunan saldo di exchange, adopsi Ethereum melalui DeFi, NFT, dan staking ETH 2.0 turut memperkuat prospek kenaikan harga. Banyak institusi juga mulai melirik ETH sebagai aset alternatif, terutama setelah regulasi kripto semakin jelas di beberapa negara.
Apakah Saatnya Bull Run Besar?
Indikator on-chain, tren pasar, serta menurunnya suplai di exchange memberikan sinyal kuat bahwa harga Ethereum menargetkan US$5.000 bukan lagi sekadar spekulasi. Meski demikian, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas pasar kripto yang tinggi sebelum mengambil keputusan investasi.
