Bitcoin Tidak Alami Pola Double Top: Analisis Swissblock Optimis
Bitcoin tidak menunjukkan risiko pola double top, meskipun sempat menembus $107.000. Menurut analisis dari Swissblock Technologies, kekuatan tren harga BTC masih solid dan utuh.
Dalam pembaruan terbarunya di X, Swissblock menyebutkan bahwa kekuatan harga Bitcoin tetap “intact.” Artinya, masih ada peluang besar untuk kembali ke fase penemuan harga (price discovery).
Indikator BTC Abaikan “Kebisingan” Double Top
Swissblock menggunakan BTC Fundamental Index (BFI), gabungan beberapa indikator on-chain, untuk menilai kekuatan tren. BFI menunjukkan bahwa tren tetap netral, bahkan saat harga sempat terkoreksi di Februari–Maret 2025.
“Banyak yang membahas potensi double top karena BTC kesulitan menembus ATH,” tulis Swissblock. Namun, data on-chain justru menegaskan kekuatan pasar masih bertahan.
Jika tren benar-benar melemah, BFI seharusnya sudah menurun tajam. Namun, indikator tersebut masih berada di level netral dan stabil sejak Agustus 2024.
Kesimpulan dari Swissblock sangat jelas:
“Bears, bukan kali ini. Harus tunggu lebih lama.”

Statistik Masih Dukung Bitcoin Bullish
Pandangan positif ini juga didukung oleh banyak analis dan pelaku pasar kripto lainnya. Mereka percaya fase price discovery akan segera dimulai.
Timothy Peterson, ekonom jaringan, bahkan menggunakan analisis statistik untuk memperkuat keyakinan tersebut. Dalam posting di X, ia menyebut:
“Bitcoin telah berada dalam jarak 10% dari rekor tertinggi sebelumnya. Sejak 2015, kondisi ini terjadi hampir 300 kali. Dalam 98% kasus, BTC mencetak ATH baru dalam 50 hari.”
Menurut data historis, setelah menyentuh level ini, harga Bitcoin rata-rata naik 8%. Jika pola ini berulang, target harga BTC bisa mencapai hingga $125.000 dalam beberapa minggu ke depan.
Kesimpulan:
Meskipun ada kekhawatiran tentang pola double top, data on-chain dan statistik mendukung kelanjutan tren bullish Bitcoin. Dengan kekuatan fundamental yang masih utuh, peluang untuk mencetak rekor baru sangat terbuka. Bagi investor, saat ini bukan waktu untuk panik—melainkan untuk bersiap menyambut potensi lonjakan harga berikutnya.
